HCI

A4Tech X-750 F – Menembak Lebih Cepat
Thursday, 21 June 2007
Mouse merupakan salah satu komponen penting dari sebuah komputer. Tanpa mouse mungkin hidup berkomputer Anda akan menjadi lebih sulit karena hampir semua program atau software membutuhkan mouse sebagai alat bantu interaksi manusia dan komputer. Mengecek e-mail, bekerja dengan pengolah kata, hingga bermain game, semua tidak lepas dari peran mouse.

CHIP kembali kedatangan sebuah mouse khusus gaming dari A4Tech. Anda yang bukan gamer tentu juga dapat memanfaatkan kelebihan mouse ini.

Ukuran fisik mouse ini cukup besar, tetapi ia cukup nyaman dan terasa pas di telapak tangan orang dewasa. Ia memiliki beberapa tombol tambahan; sebuah tombol di atas scroll button untuk memilih dpi, tombol triple click di samping kiri scroll button, serta tombol back-next di sisi sebelah kiri mouse.

Mouse yang didominasi warna hitam ini menggunakan sensor optis yang dapat diatur sensitivitasnya. Tidak seperti mouse optic biasa, ia menggunakan invisible laser sebagai pendeteksi gerakan. Ia memiliki 6 tingkat resolusi mulai dari 600 hingga 2500 dpi yang dapat Anda pilih sesuai dengan sensitivitas yang Anda inginkan. Resolusi yang lebih tinggi akan terasa manfaatnya jika Anda menggunakan resolusi layar yang juga tinggi.

Keistimewaan lain dari X-750 F ini ialah adanya tombol triple click yang terdapat di sebelah kiri scroll button. Jika Anda bermain game jenis FPS (First Person Shooter) tombol ini akan sangat berguna. Hanya dengan sekali klik, tiga buah peluru akan dimuntahkan ke sasaran. Dengan begitu, Anda memiliki keunggulan saat bertanding.

Tombol back dan next di sisi kiri mouse berguna saat Anda melakukan browsing di Internet. Dengan kedua tombol itu, Anda tidak perlu lagi meng-klik tombol back atau next pada browser saat hendak menuju ke halaman sebelum atau berikutnya.

Setelah beberapa hari menggunakan mouse ini, CHIP merasa mouse ini cukup nyaman digunakan. Gerakan pointer di layar cukup mulus, ia merespon setiap gerakan tangan secara proporsional dan ia lebih toleran terhadap bahan alas mouse yang digunakan. Salah seorang rekan redaksi mencobanya untuk memainkan game lawas, Counter Strike. Hasilnya, ia cukup puas dengan fungsi “triple shoot in one click”-nya.

Kesimpulan CHIP: Dengan enam pilihan resolusi, X-750 F dapat menyesuaikan diri dengan berbagai macam resolusi layar dan kebutuhan Anda akan akurasi. Ia cukup nyaman digunakan, dan gerakannya tergolong “smooth”. Feature “tripple click”-nya cukup menarik. Seandainya Anda tidak bermain game sekalipun, Anda dapat memanfaatkan feature tersebut sebagai pengganti “double click”.

Source : CHIP 08 2006
Author : Herwin.Julianto@CHIP.co.id

————————————————————————–

Computer Supported Collaborative Research (CSCR)

CSCR merupakan bidang baru terkait riset masyarakat HCI. CSCR merupakan kelanjutan dari pendahulunya, yaitu Computer Supported Collaborative Work (CSCW) dan Computer Supported Collaborative Learning (CSCL). Keduanya ini merupakan subyek riset HCI hampir sepuluh tahun yang lalu.

cscr2.png

Perbedaan utama antara CSCW dan CSCL yaitu bahwa CSCW dikarakteristikan oleh “kebutuhan akan ruang kerja (workingspace)” sedangkan CSCL membutuhkan ruang kerja dan ruang belajar (learningspace)

Workingspace adalah domain tempat aktivitas-aktivitas berikut berlangsung: communication space, scheduling space, sharing space, dan product space.

Learning space adalah domain yang memuat seluruh aspek workingspace ditambah dengan aktivitas berikut: reflection space, social space, assessment space, tutor space, dan administration space

Perbedaan utama antara CSCR dan CSCL adalah bahwa suatu rekord penuh dari seluruh interaksi antar partisipan merupakan tool penting dan dibutuhkan untuk mengevaluasi kontribusi setiap anggota dalam suatu collaboratiob group yang nanti dapat menentukan “suatu share modal yang adil (a fair capital share) apabila proyek riset berjalan dengan sukses.is successful.

CSCR membutuhkan Workingspace, Learningspace, dan aktivitas-aktivitas berikut: knowledge space, publication space, privacy space, publication space, negotiation space.

——————————————————————————————

Wiimote – revolusi HCI

Bagi yang sudah bosan “terkungkung” dengan keyboard, mouse, dll sebagai perangkat HCI, perangkat-perangkat baru menjadi selalu menarik.
Ada alat yang bisa mendeteksi seluruh gerakan tubuh kita. Webcam yang bisa mendeteksi gerakan di depannya. Bagi penderita RSI, keyboard & mouse khusus jadi sangat membantu mereka. Ada lagi software text-to-speech, dan kebalikannya, speech-to-text. Dan banyak lagi lainnya.

Tapi yang paling menarik bagi saya (selain brain plug) adalah Wiimote. Sejak pertama kali tersiar kabar mengenai alat yang unik ini, saya yakin bahwa akan ada revolusi besar – paling tidak bagi posisi Nintendo sendiri di pertarungan di arena game console.

Pertama, Wiimote mengusung konsep input yang sangat menarik – motion sensor. Sebetulnya Wiimote bukan yang pertama – beberapa di antaranya telah saya sebutkan di paragraf pertama. Namun, Wiimote sepertinya adalah yang pertama yang sukses secara massal, mudah digunakan, harganya terjangkau, dan universal – tidak hanya di Nintendo Wii, namun kinipun sudah mulai bisa digunakan di PC.

Kedua, Wiimote bukan hanya perangkat input (IR sensor, motion sensor, buttons); namun sekaligus juga adalah perangkat output (force feedback, speaker, LED).

Ketiga, aplikasi Wiimote tidak hanya semata untuk game, berbeda dengan game controllers lainnya; tapi bisa jauh lebih luas lagi dari itu.

Kemarin ini saya berbincang-bincang dengan kawan mengenai potensi Wiimote — software (bukan video) tutorial aerobik, dimana Anda musti menggerak-gerakkan Wiimote sesuai instruksi. Keahlian Anda tidak hanya menjadikan Anda top scorer, namun sekaligus menjadikan badan lebih sehat.
Lalu Wiimote sebagai interface ke dunia virtual seperti SecondLife. Atau, belajar karate dengan Wiimote ? Tidak hanya mendapatkan nilai tinggi dan instant gratification / kepuasan melihat musuh-musuh di layar bertumbangan, Anda juga mendapat keahlian praktis. Dan masih banyak potensi lainnya.

Mudah-mudahan Nintendo dan vendor software PC bisa segera menyadari peluang ini, dan mewujudkannya menjadi kenyataan. Mari kita tunggu bersama-sama.

——————————————————————————————

Pengertian dari IMK

asr.jpg

Sekarang ini tidak ada definisi yang disetujui menyangkut topik yang membentuk area interaksi manusia dan komputer. Walaupun begitu kita perlu suatu pengetahuan tenteng bidang pentingnya hubungan antara manusia dan komputer, hal ini berguna karena jika kita ingin memperoleh dan mengembangkan materi pendidikan atau menciptakan suatu software maupun hardware. Oleh karena itu saya akan menyajikan suatu artikel tentang definisi Interaksi Manusia dan Komputer.
Interaksi Manusia dan Komputer adalah suatu disiplin ilmu yang berkaitan dengan disain, implementasi dan evaluasi dari sistem komputasi yang interaktip untuk digunakan oleh manusia dan studi tentang ruang lingkupnya.
Dari suatu ilmu pengetahuan tentang perspektif dari komputer, Maksud dari interaksi dan secara rinci pada interaksi antara satu atau lebih manusia dan satu atau lebih komputasi mesin. Yang menggontrol sebuah mesin tersebut adalah seseorang, dengan menggunakan suatu program grafik interaktip yang ada pada suatu stasiun kerja. Disini bisa kita lihat bahwa ada bermacam-macam arti dengan apa yang dimaksud dengan interaksi, manusia, dan mesin, Makanya, kita tidak mungkin untuk meniadakan bagian dari Interaksi Manusia dan Komputer, meskipun demikian kita ingin mengidentifikasi ruang lingkupnya, serta topik lain yang lebih umum tenteng Interaksi Manusia dan Komputer
Sebab Interaksi Manusia dan Komputer mempelajari antara suatu manusia dan suatu mesin didalam sebuah komunikasi, yang mendukung pengetahuan dari kedua-duanya antara sisi mesin dan sisi manusia. Pada sisi mesin, teknik dalam komputer grafik, sistem operasi, bahasa programan, dan lingkungan pengembangannya. Sedangkan pada sisi manusia antara lain, teori komunikasi, disain industri dan grafis, linguistik, ilmu-ilmu sosial, psikologi, dan tujuan manusia relevan. Dan tentu saja perancangan sistem dan

——————————————————————————————

Robotics Studio Mudahkan Pengembang Robot
Penulis: Lili

infokomputer.com, Microsoft Indonesia memperkenalkan Robotics Studio versi beta. Produk baru ini berguna untuk membangun peranti robot dan program aplikasi yang mengontrolnya.

Robotic Studio yang didemonstrasikan dalam acara .NET Faculty Curriculum Workshop ke-XIII di Bali ini merupakan sebuah framework yang sifatnya scalable dan extenxible. Berisi code library tools yang diperlukan oleh pengembang robot, aplikasi ini dibangun di atas suatu lingkungan runtime yang memfasilitas pengembangan robot dengan menyiapkan suatu lingkungan fault-tolerant untuk eksekusi aplikasi di dalam satu sistem terdistribusi.

Arsitektur aplikasi berbasis Robotics Studio didukung beberapa layanan/services yang diberikan oleh Decentralized System Services (DSS). Interaksi antara DSS dan robot mode dijembatani suatu mekanisme transport berbasis messaging.

Zeddy Iskandar (Academic Developer Evangelist, Microsoft Indonesia) menyebutkan bahwa aplikasi berbasis Robotics Studio tidak hanya dapat mengirimkan message sederhana untuk berkomunikasi sistem eksternal. “Jauh lebih terstruktur, karena memiliki mekanisme yang menjamin reliability dan parallelism dalam interaksi messaging antara aplikasi dan robot,” tambahnya.

Robotics Studio juga mengemaskan WSAP (Web Services Application Protocol). Dengan demikian robot-robot yang dikembangkan dapat dikontrol melalui aplikasi Web Services. Alhasil, robot dapat dikontrol oleh berbagai perangkat, mulai dari PC sampai mobile device.

Dalam kesempatan yang sama, Zeddy sempat mendemonstrasikan lengan robot yang dapat menangkap bola berwarna biru dan memindahkannya ke tempat lain. Robot tersebut memiliki sensor cahaya yang dapat membedakan intensitas warna.

Mengenai prospek aplikasi robotic ini, Zeddy menyatakan bahwa batasannya hanya imajinasi para developer. Ia mencontohkan robot yang diberi kamera digital dapat dimanfaatkan sebagai sistem keamanan berjalan di perkantoran, seperti layaknya satpam. Robot juga dapat membantu tim anti teroris dalam tugas penyisiran daerah-daerah yang diduga berisi bom.

Di beberapa universitas Amerika, Microsoft Robotics Studio sudah banyak digunakan, baik untuk riset maupun kurikulum, seperti human computer interaction. Sementara komunitas pengembang robot di Universitas Indonesia juga sudah mengembangkan banyak robot.

Microsoft Robotics Studio versi beta bisa didownload secara gratis di msdn.microsoft.com/robotics.

About these ads
Ditulis dalam Uncategorized

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: