pengantar robotika

Makin Banyak Robot Membantu Dokter

Oleh
Sulung Prasetyo

JAKARTA – Perkirakan para peneliti di ITFact tahun 2005 lalu mengenai jumlah robot di tahun 2007 akan bertambah hingga tujuh kali tampaknya benar. Sepanjang setengah bulan Maret ini saja tercatat tiga robot baru dalam bidang kesehatan tercipta. Jelas ini akan makin banyak membantu dokter dalam mencapai taraf kesehatan sempurna.
Robot yang paling terakhir dikenalkan bernama Sim Baby, sebuah robot berbentuk bayi yang dibuat untuk membantu para calon perawat belajar memelihara bayi. Robot ini sendiri dibuat oleh para ilmuwan dari Universitas Carterbury Christ Cruch di Kent-Inggris.
Dengan harga produksi mencapai 25.000 poundsterling Inggrus, robot ini bisa bergaya serupa bayi yang baru lahir. Kate Hatie, seorang calon perawat yang sempat mencobanya mengatakan meskipun biar bagaimana robot tak bisa menggantikan tempat manusia. Namun, dalam keadaan belajar, robot itu benar-benar mampu membuat ia berpikir dua kali bila ingin berbuat sembarang terhadapnya.
Sebenarnya robot itu sendiri merupakan manekin bayi, yang diberikan mesin di dalamnya. Dengan bantuan program komputer pada chip yang dipasangkan dalam mesin, robot dalam berperilaku seolah bayi biasa.
Menuru pengajar setempat yang bernama Kathryn Summer, jenis robot seperti ini sebenarnya amat membantu proses pendidikan yang ada. “Karena mampu menumbuhkan kemampuan yang diharapkan, dengan cara yang lebih aman,” ungkapnya di awal bulan.

Robot Farmasi
Sementara itu di tempat terpisah, Rumah Sakit Musgrove Park di Tauton, London, juga memperkenalkan jenis robot pembantu pengambil obat milik mereka. Laporan yang dibuat BBC News baru-baru ini menyebutkan jenis robot terbaru tersebut diperkirakan mampu membedakan hingga ribuan jenis kode obat yang berbeda.
Jelas hal ini menguntungkan bagi pihak rumah sakit. Karena berarti kesalahan faktor manusia dalam memilih obat dapat tertanggulangi. Meskipun sampai terakhir data tentang kesalahan manusia dalam memilih obat, hanya satu perseribu kali pengambilan.
Dengan kehadiran robot ini, dimasa depan diharapkan para apoteker hanya tinggal mengecek ulang obat yang telah diambil sang robot. Paling tidak dengan penemuan ini 30.000 rumah sakit bisa tertanggulangi masalahnya dalam kesalahan pemberian obat.
Lain lagi di Jepang. Dengan kemampuan menciptakan robot yang lebih canggih, para peneliti Jepang baru-baru ini memperkenalkan sebuah robot mini operasi bedah terbaru mereka. Dengan bentuk tak lebih besar dari kuku ibu jari, robot ini diharapkan mampu menyelusup ke dalam rongga tubuh yang paling sulit dioperasi.
Robot yang serupa kumbang kecil ini diperkirakan hanya seberat lima gram saja. Robot ini memiliki panjang dua sentimeter dan berdiameter satu sentimeter. Untuk membantu memudahkan misinya, robot ini juga diperlengkapi sebuah kamera mini di dalamnya, selain juga sensor dan injeksi pengantar obat.
Berbagai data yang diperlukan untuk sebuah tindakan operasi difasilitasi dengan sebuah kabel mini kecil panjang. Dengan kabel tersebut, segala gambaran dan arah operasi dapat dikendalikan oleh dokter dari luar tubuh.

Robot Kamar Operasi
Yang paling “wah” mungkin yang satu ini. Sistem instalasi robot pada sebuah kamar operasi. Tidak main-main memang jenis sistem yang diperkenalkan ilmuwan dari Intuitive Surgical, California, AS, ini. Dengan nama da Vinci Surgical System, diharapkan seluruh proses operasi manual dapat dilakukan di kamar operasi ini dengan menggunakan robot.
Para dokter yang melakukan operasi sendiri berada 35 kaki terpisah dari pasien. Karena dokter harus menjalankan mesin tersendiri, sementara pasien berada di ruang terpisah dengan berbagai juluran tangan robot di sekitarnya.
Chris Seibert dari Initiative Surgical mengatakan kalau sistem ini telah dijalankan di beberapa rumah sakit terkemuka, seperti Nashville, Birmingham, dan Chattanooga. “Sistem ini akan makin mempertinggi kualitas kesehatan para penderita sakit yang harus menjalankan operasi,” ujar Seibert. Karena biar sebagaimana netralnya dokter membersihkan diri, tetap saja tercipta kemungkinan terpapar kuman.
Sementara itu menurut juru bicara Rumah Sakit Athens Limestone, Gina Hanserd, pengadaan robot kamar operasi seperti ini sebenarnya bertujuan baik. Namun sayangnya, banyak rumah sakit tak berniat membelinya.
Karena selain harganya yang bikin pusing kepala, karena mencapai US$ 1,6 juta, juga karena paradigma para pemilik rumah sakit yang hanya ingin menginvestasikan uangnya hanya untuk teknologi jangka penjang, bukan hanya dalam jangka pendek saja. n

——————————————————————————————-

Jumat, 13/07/2007 15:09 WIB

Teori ‘Otak Dengkul’ Bikin Robot Jalan Cepat

Wicaksono Hidayat – detikinet

<!––>


Runbot (Woergoetter dkk.)

Jakarta – Ilmuwan di Jerman berhasil menemukan cara untuk membuat robot berjalan mirip manusia. Bukan hanya mirip, robot ini pun bisa berjalan cepat dibandingkan robot serupa yang sudah ada.

Robot itu bernama Runbot, sebuah robot berkaki dua berukuran kecil yang bisa bergerak sejarak tiga kali panjang kakinya dalam satu detik. Ini hanya sedikit lebih lambat dari kecepatan manusia saat berjalan dengan cepat.

Robot ini menggunakan teori ‘otak dengkul’ yang dikemukakan pertama kali oleh NIkolai Bernstein pada era 1930-an. Teori itu pada intinya mengemukakan bahwa otak manusia (yang ada di kepala) tidak melulu memproses cara berjalan.

Otak, ujar Bernstein, hanya bekerja saat berjalan dari satu permukaan ke permukaan lain, misalnya dari lantai ke rumput, atau saat permukaan tidak rata. Selebihnya, kemampuan berjalan ditangani oleh ‘otak’ alias syaraf-syaraf di tulang punggung dan kaki, termasuk di dengkul.

Dengan menerapkan teori tersebut, Profesor Florentin Woergoetter dan tim dari Universitas Gottingen, Jerman, berhasil membuat Runbot. Tim Woergoetter mencakup ilmuwan dari berbagai latar belakang, termasuk Poramate Manoonpong, Tao Geng, Tomas Kulvicius dan Bernd Porr.

Bukan Robot Kikuk

Saat berjalan menuju sebuah tanjakan, Woergoetter mengatakan, ‘otak dengkul’ Runbot akan menganggap tidak ada masalah. Namun ketika tubuh Runbot terjatuh karena gaya gravitasi menariknya ke belakang sistem ‘otak atas’ Runbot akan mendeteksinya dan melakukan perubahan.

Selanjutnya, ujar Woergoetter, perubahan itu akan diterapkan ke ‘otak dengkul’ sehingga ‘otak atas’ tak perlu terus menerus melakukan proses. “Sulitnya pada robot, adalah menerapkan gerakan pada waktu yang tepat –dalam hitungan milidetik– agar tidak jatuh,” paparnya.

Runbot memiliki cara jalan yang berbeda dengan robot populer seperti Asimo, atau sejenisnya. “Robot-robot itu adalah pejalan kinematis, mereka berjalan selangkah demi selangkah dan memperhitungkan setiap sudut setiap milidetik,” ia menjelaskan.

Melalui teknologi kecerdasan buatan dan rekayasa robotika, Woergoetter mengatakan proses rumit itu memang bisa dilakukan. “Namun sangat kikuk. Manusia tidak berjalan seperti itu. Mesin-mesin besar itu menghentak bagai robot, kami mau membuat robot yang berjalan seperti manusia,” ujarnya.

Saat ini tim tersebut sedang memikirkan bagaimana menerapkan Runbot untuk membuat robot yang berukuran lebih besar. Runbot juga akan dikembangkan agar reaksinya lebih cepat dan lebih adaptif. ( wsh / wsh )

——————————————————————————————-

Sabtu, 11/08/2007 13:37 WIB

Jepang Kenalkan Robot Berdansa

Annisa M. Zakir – detikinet

<!––>


Robot berdansa (cvl.iis.u-tokyo.ac.jp)

Tokyo – Di Jepang, perkembangan robot memang cukup pesat. Mulai dari robot pembantu hingga robot pengganti dokter. Kini, robot yang mampu berdansa pun hadir.

Para ilmuwan dari University of Tokyo telah berhasil menciptakan robot yang bisa mengikuti gerakan penari manusia. Ya, robot yang bisa berdansa seperti layaknya manusia.

Pembuatan robot HRP-2 bipedal yang bisa berdansa tersebut digagas oleh Shin’ichiro Nakaoka dan dibantu oleh rekan-rekan dari universitas Tokyo. Teknologi yang digunakan adalah teknologi penangkap gerakan, sehingga gerakan dansa seseorang bisa terekam dan segera diikuti oleh sang robot.

Walau kemampuan robot itu bisa dikatakan tidak meragukan, namun ada beberapa hal yang menjadi problem. Yaitu mem-program sang robot agar tetap dapat mengikuti gerakan yang sulit namun dengan keseimbangan yang tetap baik.

Seperti dilansir Vnunet dan dikutip detikINET, Sabtu (11/8/2007), tak lama lagi, dunia akan menyaksikan robot tersebut menari tarian balet ‘Swan Lake’. Namun, menurut para ilmuwan, robot ini tidak bisa mengikuti melakukan balet yang seringkali loncat dan membiarkan kedua kakinya di udara beberapa kali.

Hingga saat ini, robot tersebut telah didemonstrasikan dan menari tarian tradisional Jepang, ‘Aizu-Bandaisan’ yang banyak mengunakan gerakan badan daripada kaki. ( amz / amz )

——————————————————————————————-

Selasa, 09 Okt 2007,
Festival Tahunan DigitalLife Consumer Electronics and Entertainment Expo


Semakin “Dekat” dengan Manusia
esain dan fungsi robot terus berkembang. Sekarang robot tidak hanya digunakan dalam industri. Tapi, juga membantu kerja manusia di rumah. Bahkan, ada robot yang dirancang untuk menggantikan kehadiran manusia. Berikut beberapa robot “rumahan” yang dipamerkan pada festival tahunan DigitalLife di New York, Amerika Serikat.

Spykee
Sesuai namanya, Spykee merupakan robot yang difungsikan sebagai “mata-mata” amatir. Di badannya tertanam kamera video, senter, telepon VoIP, dan 2 motor penggerak. Juga ada perangkat

seperti digital music player, loudspeaker, dan sound effect.

Sehingga, robot produksi Meccano ini juga bisa digunakan untuk menguping pembicaraan seseorang, mengambil foto, dan merekam video. Atau memperingatkan anda terhadap orang asing yang masuk ke wilayah anda.

Spykee adalah robot pertama di dunia yang bisa dikontrol via saluran internet. Bisa juga lewat sinyal WiFi dengan jangkauan 328 kaki. Pemilik Spykee bisa melihat apa yang “dilihat” robotnya. Media perantaranya melalui web cam dan “berbicara” melalui mulut robot berkat VoIP.

Cukup mungil, bukan? Sesuai untuk menjadi “mata-mata” mini yang andal. Mulai 27 November mendatang, satu unit Spykee bisa diperoleh dengan harga USD 299 atau sekitar Rp 2,7 juta.

ConnectR
Robot produksi iRobot ini berperan “menggantikan” kehadiran seseorang. Berguna untuk orang dengan kegiatan sibuk di luar rumah. ConnectR (baca:konektor) membuat seseorang seolah-olah berinteraksi secara fisik dengan anggota keluarga atau teman-temannya. Sementara itu, dia berada di tempat lain. Melihat, mendengar, serta berbicara melalui komputer atau laptop.

Prinsip kerja ConnectR kurang lebih sama dengan video streaming. Komponen pendukungnya adalah kamera video dan audio. Perangkat ini tertanam di badan robot. Kameranya mempunyai level zoom 16.7. Serta bisa merekam gambar dengan kemiringan 220 derajat.
Badan robot bisa diputar hingga 360 derajat. Pengguna bisa melihat aktivitas lawan bicaranya dari bebagai sudut. Tertarik? Sign-up melalui website iRobot dan isi survey mengenai ConnectR. Hingga akhir 2007, ConnectR dijual USD 199 atau sekitar Rp 1,8 juta. Tahun depan, harga naik menjadi USD 499 atau sekitar Rp 4,5 juta.

Looj
Robot berbentuk mirip dongkrak ini sebenarnya mempunyai tugas simpel. Tapi, bagi sebagian orang, bisa saja sangat menyusahkan. Apa itu? Membersihkan saluran atap. Untuk mengoperasikan Looj, pengguna memang tetap memanjat ke atap. Namun, tak perlu lagi susah-susah merayap di atap membersihkan daun-daun kering atau sampah lain yang bertebaran.

Cukup letakkan looj, dan lepaskan remote control yang menancap di bagian atas. Selanjutnya, tinggal gunakan remote control untuk menjalankan robot berwarna hijau ini. Looj pun akan bergerak bolak-balik menyingkirkan semua kotoran di atap.

Looj tersedia dalam 3 model. Tipe 120 dijual seharga USD 99 atau sekitar Rp 898 ribu. Tipe 130 yang dilengkapi holder, dibanderol USD 129,99 atau sekitar Rp 1,18 juta. Sementara tipe 150, dengan holder dan 2 baterai bisa dibeli dengan harga USD 169,99 atau sekitar Rp 1,54 juta. (rum/bs)Ê

——————————————————————————————-

Robot PRT, Antimaling 

Seoul –
Kemajuan
teknologi Korea Selatan tidak bisa disangsikan lagi. Dua perusahaan lokal Rabu (21/11) kemarin mengumumkan kerja sama dan memproduksi sebuah robot yang bisa digunakan sebagai pembantu rumah tangga (PRT) dan anjing penjaga rumah.

Robot yang diberi nama Iclebo tersebut mampu bekerja sebagai pembersih debu ruangan sekaligus mendeteksi jika ada pencuri yang masuk ke rumah. Robot canggih ini kemudian mengirimkan alarm darurat menuju telepon seluler sang empu rumah. Robot vacuum cleaner yang bisa merasakan kehadiran penyusup, akan dijual ke seluruh dunia.

Namun perusahaan KTF yang menyediakan teknologi telepon seluler dan Yujin Robot yang mengembangkan hardware dan software mengatakan Iclebo adalah robot pertama yang bisa mengamati pencuri. Jika seorang tak dikenal masuk, Iclebo akan mengirim sinyal darurat menuju telepon seluler anda,” jelas manajer bisnis jaringan KTF Je Kyung-Il.

Dengan berbagai peralatan seperti mikrofon, sebuah speaker dan kamera di dalamnya, robot bisa membersihkan rumah dan mengikuti perintah anda.” Pemilik mampu memindahkan Iclebo di sekitar rumah menggunakan keypad pada telepon seluler. Perusahaan  ini rencananya memasarkan robot dalam rentang setahun mendatang dengan harga 500.000 won (hampir lima juta rupiah). (ton/afp)

——————————————————————————————-

Unjuk Gigi Pembuat Robot

Singkirkan pikiran bahwa robot sekadar mainan untuk anak kecil. Di Kompetisi Robot Indonesia (KRI)/Kompetisi Robot Cerdas Indonesia (KRCI), robot-robot buatan mahasiswa diadu dan memukau penonton tua dan muda. Selain menarik sebagai hiburan, muncul harapan semakin berkembangnya teknologi robotika di tanah air lewat kreasi generasi muda.

KRI/KRCI 2007 baru saja digelar di Graha Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, 9-10 Juni 2007 lalu. Tahun ini pesertanya semakin banyak. Ada 80 perguruan tinggi (PT) se-Indonesia yang mengajukan 138 proposal KRI dan 205 proposal KRCI. Itu peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan tahun sebeumnya yang diikuti oleh 56 institusi (150 proposal KRI/90 proposal KRCI). Lalu siapa yang jadi pemenangnya? Simak dulu ceritanya berikut ini!

Graha ITS pada hari pembukaan, Sabtu (9/6), pemandangan membludaknya penonton tersaji di depan mata. Tiket berjumlah 1.000 lembar sold out dalam waktu kurang dari setengah jam. Mereka yang tidak kebagian tiket harus puas menonton lewat televisi yang disediakan panitia di luar area Graha ITS.

Di dalam ruangan, suasana tidak kalah panas. “Maju”, atau “Bantai!” kerap terdengar dari arah tempat duduk para suporter yang memberikan dukungan pada tim unggulannya. Teriakan-teriakan itu ditimpali bunyi genderang bertalu-talu. Dung… dung… dung…. Atribut spanduk di sekeliling lapangan hingga bendera almamater yang berkibar-kibar semakin menyemarakkan suasana. Kalau tak melihat robot yang sedang mengadu keterampilan di lapangan, mungkin orang akan menyangka suasana itu adalah pertandingan olahraga antarkampus.

Dalam pertandingan itu, masing-masing robot beradu cepat memasukkan pearl–istilah untuk cylinder blocks berdiameter 36 cm–ke dalam tonggak besi (yang berarti pulau). Tim yang paling banyak meletakkan pearl di pulau-pulau dalam lapangan berbentuk seperti sarang laba-laba, apalagi meraih bentuk victory, akan menjadi pemenang. Robot-robot yang terdiri dari satu robot manual dan maksimum tiga robot otomatis itu harus diprogram sedemikian rupa sehingga mereka mampu bekerja sama dan menyukseskan misi.

Penemuan dan penguasaan pulau itu adalah representasi tema KRI tahun ini, yaitu “Pencarian Pulau Komodo”, yang diselaraskan dengan tema kompetisi ABU Robocon 2007 tingkat Asia Pasifik di Vietnam, Agustus mendatang, yaitu “Halong Bay Discovery”.

Sebanyak 40 finalis KRI lolos seleksi bertanding dengan bersistem setengah kompetisi. Tiap pertandingan berdurasi tiga menit. Pertandingan semakin menarik ketika menginjak babak perdelapan final sampai kemudian invasi arek Surabaya terjadi di perempat final lewat kehadiran F4LCON (ITS), Q-Numb On (PENS-ITS), G-Rush (PENS-ITS), dan L4GE (Universitas Bhayangkara Surabaya).

Laga paling seru saat final berlangsung Minggu (10/6) siang. All PENS’s final antara G-Rush dan Q-Numb On memang sudah diprediksi sejak awal karena kedua robot tersebut memang tanguh. Ketika waktu habis dan skor 8-2 untuk kemenangan G-Rush, Firdaus, pengendali (driver) robot manual G-Rush, langsung menggelar sajadah dan melakukan sujud syukur di tengah lapangan.

Tim G-Rush tampil mengundang riuh tepuk tangan penonton. Antara driver dan robot manual kompak berjalan dengan kecepatan tinggi dan stabil mengambil pearl dan meletakkannya di pulau terluar. Ketika lawan menumpuk pearl lain di atasnya, robot manual G-Rush bahkan mampu memutar cakram untuk membaliknya. Sementara robot otomatis di lingkaran dalam, bekerja dengan baik mendeteksi pearl warna yang diharuskan, dan aktif bergerak meletakkannya di pulau terdalam (bagian victory).

Sensor warna itulah yang dipuji oleh Endra Pitowarno, ketua tim juri KRI 2007. “Dengan sensor warna itu, G-Rush bisa membedakan pearl miliknya dan bukan,” katanya pada Kampus. Untuk hal itu, G-Rush juga diganjar dengan tim dengan IT terbaik serta skor tertinggi. Lagi-lagi mahkota juara kembali digenggam oleh Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) untuk kesembilan kalinya, sekaligus meraih tiket maju ke ABU Robocon 2007.

Berbeda dengan KRI, KRCI mengacu pada Fire Fighting Robot Contest di Trinity College, AS. Dalam KRCI, pertandingan terbagi dalam empat divisi. Masing-masing divisi senior beroda, senior berkaki, expert single robot, dan expert swarm. Untuk KRCI tiap laga robot berdurasi 5 hingga 6 menit, di antaranya robot ditugaskan untuk mematikan api lilin yang diletakkan di ruangan secara acak sampai pada menemukan boneka.

Di sini, sensor-sensor semacam inframerah dan ultraviolet berperan besar untuk mendeteksi api. Ambil contoh, robot Ababil dari Universitas Brawijaya Malang mampu mendeteksi api dalam waktu kira-kira 12 detik, kemudian kipas yang dipasang meniupkan angin dan memadamkan api lilin dalam sekejap. Untuk keberhasilannya dalam tiga kali trial run, Ababil mendapat juara I untuk kategori senior beroda.

Minat robotika meningkat

Demi terciptanya robot yang bisa beraksi maksimal, beberapa peserta sudah mempersiapkan diri sejak akhir 2006. Sebab, kalau-kalau sang robot sampai tak mampu membuat satu poin pun, bisa-bisa martabat almamater ikut jatuh. Para mahasiswa yang kebanyakan berasal dari elektro, mesin, komputer, dsb., itu mulai sering ngendon di lab untuk ngulik sensor, motor, desain, dsb., mana yang pas. Tim dari Unikom adalah salah satu yang sering ngoprek sampai memutuskan memakai motor yang berasal dari mainan anak-anak, juga beberapa barang bekas, yang kemudian mengantarkan mereka menjadi juara. “Limbah yang diberi ‘kosmetik’,” kata Yusrilla Kerlooza, pembimbingnya seraya terkekeh.

Semua tim yang lolos tahap seleksi proposal mendapatkan dana operasional sejumlah Rp 4 juta per tim. Dana yang relatif tidak mencukupi itu membuat PT mendukung setiap wakilnya dengan tambahan dana. Puluhan juta digelontorkan demi usaha meraih kebanggaan masuk putaran final. ”Ada beban juga sih,” kata Aca, dari tim Predator ITB dalam divisi ekspert, yang berhasil meraih juara 2.

Menurut Menkominfo Muhammad Nuh, setidaknya ada enam manfaat yang bisa ditarik dari keikutsertaan mahasiswa di ajang ini. Pertama, peserta dituntut untuk mengenal persoalan dengan baik, yang tercermin dari aturan-aturan yang diberikan oleh panitia. Kedua, peserta dituntut untuk bisa merancang desain dari persoalan yang diketahuinya. Ketiga, kata Nuh, bagaimana para peserta bisa membuat rancangan desainnya menjadi kenyataan. Keempat, mengatur strategi dengan baik untuk bisa memenangkan pertandingan. Nilai kelima yaitu entertainment, dan keenam, nilai sportivitas dari para peserta.

Menurut Endra, kegiatan KRI/KRCI selain menarik sebagai hiburan, namun di balik itu juga terlihat potensi teknologi robotika di tanah air. Dibandingkan KRI pertama kali tahun 1993 yang hanya diikuti enam institusi, KRI/KRCI tahun ini mencerminkan minat robotika yang semakin meningkat. “Kualitas rata-rata peserta juga meningkat. Robot otomatis kebanyakan sudah bisa jalan. Kalau tahun lalu, kebanyakan masih manual saja,” kata Endra.

Menurutnya, seiring perhatian dari berbagai pihak semakin baik, maka mimpi kita membuat robot canggih jangan sampai sirna. “Robot-robot yang diciptakan mahasiswa-mahasiswa di ajang ini, bisa jadi bukti bahwa kita punya SDM berkualitas baik,” katanya.

Terkait dengan makin banyaknya peserta dari tahun ke tahun, Nuh mengatakan, rencana pemerintah untuk makin sering melakukan pelatihan-pelatihan robotika di daerah-derah yang akan dijadikan zonasi kontes. “Pemenang di masing-masing zona itu nantinya bisa dikirim ke tingkat nasional, dan gairah robotika semakin hidup,” katanya.***

——————————————————————————————-

Selasa, 16 Okt 2007,
Kurangi Beban Kerja Pasien


Penerapan Teknologi Robot pada Dunia Kesehatan
APA yang paling diharapkan seseorang ketika usianya mulai senja? Bisa jadi berhenti bekerja, hidup enak, serta dilayani anak dan keluarga. Di Jepang, yang dialami orang-orang tua mungkin sedikit berbeda. Alih-alih anak atau cucu, yang akan merawat dan membantu beraktivitas justru robot! Berikut beberapa di antaranya.
————–

“Cangkang” Bantu Gerak
Robot ini dikembangkan Institut Teknologi Kanagawa. Fungsinya, membantu pergerakan pasien rumah sakit atau orang berusia lanjut yang benar-benar sulit bergerak.

Bentuknya mirip cangkang berbahan logam yang seolah-olah “memeluk” tubuh pengguna. Robot ini menegakkan seluruh anggota badan. Sebagai penggerak, digunakan sumber daya berupa tekanan dari 22 buah pompa udara. Sedangkan pengendali gerakan ada pada sensor yang melekat pada kulit pengguna.

Sistem pada alat ini bekerja ketika otot-otot tubuh mencoba mengangkat sesuatu yang berat. Dengan sendirinya, sinyal akan diterima pemompa udara. Dengan robot ini, orang lumpuh atau penderita kelemahan saraf gerak otak dapat beraktivitas seperti biasa. Bahkan, dia bisa menggendong orang lain.

Alat tersebut sekarang masih dalam taraf percobaan. Untuk sementara, yang bisa mencoba hanyalah pasien sebuah rumah sakit di prefektur Shizuoka.

Sarung Tangan Robotic
Stroke merupakan salah satu penyakit yang sering menimpa masyarakat modern dewasa ini. Sebagai akibatnya, kebanyakan korban lantas menderita lumpuh sebelah. Akhirnya, mereka pun tidak leluasa melakukan aktivitas sehari-hari.

Namun, sebentar lagi lumpuh sebelah tidak akan menjadi masalah besar. Semuanya terjadi berkat sarung tangan robotic yang dikembangkan Activelink, perusahaan pembuat robot asal Jepang.

Robot ini terdiri atas sepasang sarung tangan yang mempunyai otot-otot buatan. Sebagai pengontrol, digunakan sensor yang diletakkan di bagian lengan yang tidak mengalami kelumpuhan.

Gerakan tangan yang lumpuh akan dikontrol dari bagian tersebut. Hingga akhirnya penderita bisa beraktivitas sehari-hari, seperti makan dan minum, tanpa harus dibantu orang lain.

Robot Pemijat
Salah satu gangguan kesehatan paling mengganggu mungkin terjadi pada organ-organ pencernaan. Salah satunya meliputi rahang dan kerongkongan. Pasalnya, gangguan di bagian ini mengakibatkan makanan tidak dapat dicerna dengan sempurna. Akhirnya, metabolisme tubuh ikut terganggu.

Peneliti Universitas Waseda pun mencoba untuk menciptakan solusi. Diketuai Profesor Atsuo Takanishi, mereka membuat robot. Fungsi robot ini adalah memijat organ di sekitar mulut yang tidak berfungsi. Gangguan yang mampu diatasi, antara lain, kesulitan mengunyah, kekeringan pada rongga mulut, dan gangguan menelan.

Hingga kini, gangguan pada rongga mulutlah yang banyak terjadi di Jepang. Tercatat sekitar sepuluh juta orang mengalaminya. Akhir tahun ini, peneliti Universitas Waseda akan bekerja sama dengan peneliti Universitas Asahi untuk mencoba alat ini di klinik-klinik kesehatan di Jepang.

Pengganti Fungsi Laboratorium
Aplikasi teknologi robot memang telah merambah berbagai aspek kehidupan manusia. Dari sektor ekonomi, teknik, sosial, hingga kesehatan. Beberapa robot telah difungsikan sebagai alat bantu petugas medis ketika operasi. Atau bahkan membantu evakuasi pasien dengan cedera tertentu. Ada pula yang berfungsi sebagai “laboratorium”.

Seperti dalam foto di samping kiri, misalnya. Seorang suster membantu kakek memeriksa tekanan darah dengan media robot. Robot itu digunakan sebagai alat bantu di salah satu rumah sakit di Aizu Wakamatsu, Jepang. Fungsi pengecekan medis pun bisa menjadi lebih praktis. (rum/bs) 

 

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: